Carut Marut Bantuan Sosial di Kabupaten Pandeglang: Ini Komentar Mahasiswa

BIDIKIN.NET – Pengunduran diri Ketua RT/ RW di Desa Bojongmanik, Kecamatan Sindangresmi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten masih jadi polemik dikalangan masyarakat dan mahasiswa.

Pasalnya, hak dari para Ketua RT dan RW yang mengundurkan diri dengan alasan tidak dilibatkannya dalam pendataan dan pemberian bantuan sosial tersebut.

Hal ini terungkap dari beberapa kejadian penerimaan pemanfaatan Bansos di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten diantaranya terjadi pada Kecamatan Jiput, Sindangresmi, Kaduhejo serta Kecamatan Mandalawangi.

Dian Ardiansyah selaku aktivis mahasiswa menyoroti Polemik tersebut, menurutnya peran penting Ketua RT/RW dalam pendataan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat dipastikan dalam hal pendistribusian Bantuan Sosial (bansos) agar berjalan tepat sasaran.

“Bila RT/RW cakap memimpin warganya, segala perbedaan serta polemik yang timbul dapat diselesaikan dengan baik” Ujarnya kepada awak media,  Jum’at (22/03/2024).

Dian Ardiansyah juga menyayangkan pasca penerimaan Bantuan Sosial diduga terjadinya pemanfaatan para oknum yang tidak bertanggungjawab yakni pungutan liar atau penyunatan penerimaan Bansos ini.

“Para Ketua RT dan Ketua RW ini kan ujung tombak, mereka adalah garda terdepan yang berhubungan langsung  dengan masyarakat, mereka faham betul mana warga penerima BLT, bantuan PKH, dan bantuan lainnya, namun saya juga menyayangkan adanya dugaan pungutan liar yang terjadi dan saya mengutuk keras jika benar adanya penyunatan bantuan yang seharusnya diterima utuh oleh KPM sebagaimana tertuang dalam  Permensos
Nomor 1 Tahun 2019 dan Perpres nomor 87 tahun 2016,” Tambahnya.

Dirinya berharap agar para Kepala Desa / Penjabat Sementara (Pjs – Read) bahkan dinas terkait dapat memberikan pembinaan dan mensosialisasikan Program Pemerintah kepada masyarakat Bagi yang bukan Penerima Manfaat serta Pentingnya melibatkan RT/ RW

“Seharusnya Kepala Desa dan Dinas DPMPD bahkan DINSOS Kabupaten Pandeglang memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat dengan melibatkan Perangkat Desa, Karena saat ini terdapat Penjabat sementara yang memimpin Pemerintahan Desa, tidak memahami karakteristik warganya serta situasi dan kondisi Wilayahnya” Tegasnya.

Author : Fauzy Fathurrohman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rumah BUMN silaturahm ke BPC HIPMI Morowali untuk Kembangkan UMKM di Kab. Morowali

Morowali, 11 Juli 2024 – Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui inisiatif Rumah BUMN akan menjalin kerjasama strategis dengan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Morowali. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen BRI dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Morowali agar dapat naik kelas dan berkembang lebih pesat. […]

Read More

Dede Yusuf Anugrah Pengurus BPC HIPMI Morowali Resmikan Usaha Baru LoundryTA di Desa Keurea

Morowali, 1 Juli 2024 – Dede Yusuf Anugrah, seorang pengurus BPC HIPMI Morowali dan salah satu pengusaha tambang di Morowali, telah meresmikan usaha barunya di bidang laundry dengan nama brand LoundryTA. Acara syukuran pembukaan usaha ini diadakan pada tanggal 1 Juli di Desa Keurea, tepatnya di jalan masuk ke Bahomakmur. Pada acara syukuran tersebut, para […]

Read More

BPC HIPMI Morowali Utara Resmi Memberikan Rekomendasi Caketum HIPMI SULTENG kepada Tum Muh. Sadhak Husain

Morowali Utara, 29 Juni 2024 – Dalam sebuah acara yang digelar di D’ Andra Cafe dan Resto, BPC HIPMI Morowali Utara secara resmi memberikan rekomendasi kepada Tum Muh. Sadhak Husain sebagai calon ketua umum (Caketum) BPD HIPMI SULTENG. Acara ini dihadiri oleh para anggota dan pengurus HIPMI setempat, serta tokoh-tokoh penting dari Morowali dan Morowali […]

Read More